Jimmy Butler Harus Segera Mengakhiri Musim Karena Cedera ACL. Kabar buruk datang dari Golden State Warriors: Jimmy Butler mengalami cedera robek ACL kanan yang membuatnya harus mengakhiri musim 2025-26 lebih awal. Insiden ini terjadi pada Senin malam, 19 Januari 2026, saat Warriors menang 135-112 atas Miami Heat di Chase Center. Butler, yang berusia 36 tahun, jatuh awkwardly setelah melompat menangkap bola di paint pada menit 7:41 kuarter ketiga. Ia langsung memegang lutut kanan, tetap di lantai beberapa saat, lalu dibantu rekan setim ke ruang ganti tanpa bisa menumpu kaki. MRI pasca-pertandingan mengonfirmasi robek ACL, cedera serius yang biasanya butuh 9-12 bulan pemulihan. Ini pukulan telak bagi Warriors yang sedang naik daun, serta bagi Butler yang tampil impresif belakangan ini. MAKNA LAGU
Kronologi Cedera dan Respons Tim Jimmy Butler: Jimmy Butler Harus Segera Mengakhiri Musim Karena Cedera ACL
Cedera terjadi saat Butler menerima umpan dari Brandin Podziemski di area paint, bertabrakan dengan guard Heat Davion Mitchell yang mendapat foul. Landing-nya buruk, lutut kanan tampak terpelintir, membuatnya langsung ambruk. Penonton di Chase Center terdiam, sementara Butler tetap mencoba bercanda meski kesakitan—ia bahkan sempat bilang kepada wasit bahwa ia berhak dua free throw. Teammates seperti Buddy Hield dan Gary Payton II membantu mengantarnya ke locker room. Warriors segera menyatakan Butler out untuk sisa pertandingan karena knee injury. Coach Steve Kerr menggambarkan suasana tim pasca-laga sebagai “concerned” dan “subdued”, menunggu hasil MRI. Konfirmasi robek ACL datang dari sumber terpercaya malam itu, menandai akhir musim Butler. Ini bukan cedera lutut pertama bagi Butler—ia pernah mengalami meniscus tear 2018 dan MCL sprain 2024 di lutut yang sama—tapi ACL tear jelas level berbeda.
Dampak bagi Warriors dan Karier Jimmy Butler: Jimmy Butler Harus Segera Mengakhiri Musim Karena Cedera ACL
Warriors sedang dalam momentum bagus sebelum insiden ini: 25-19 overall, menang 12 dari 16 laga terakhir, termasuk empat kemenangan beruntun. Butler jadi kontributor kunci dengan rata-rata 20.1 poin (51.9% FG), 5.6 rebound, 4.9 assist, dan 1.4 steal per game. Di Januari saja, ia cetak 21.3 poin dengan 53% akurasi. Kehadirannya memberi dimensi baru pada offense bersama Stephen Curry, membantu tim naik ke posisi kompetitif di Barat. Tanpa Butler, Warriors kehilangan salah satu top scorer, rebounder, dan assist leader mereka. Tim harus bergantung lebih pada Moses Moody, Gary Payton II, De’Anthony Melton, serta rookie seperti Will Richard. Jonathan Kuminga mungkin dipanggil lebih sering, meski situasinya rumit karena trade rumor. Cedera ini datang di momen krusial menjelang trade deadline 5 Februari—Warriors yang tadinya mencari penguatan kini harus mengevaluasi ulang arah tim. Bagi Butler, yang baru bergabung via trade dari Heat Februari lalu dan punya kontrak hingga 2026/27 ($54.1 juta musim ini, $56.8 juta tahun depan), ini berarti absen panjang. Di usia 36, recovery dari ACL bisa menantang, terutama untuk pemain non-shooter yang mengandalkan atletis dan drive.
Prospek Pemulihan dan Masa Depan
ACL tear biasanya memerlukan operasi diikuti rehab intensif. Butler dikenal pekerja keras dan punya mental baja—ia tetap tersenyum dan bercanda saat dibantu keluar lapangan, menunjukkan sikap positif. Pemulihan penuh bisa memakan waktu hingga musim depan, mungkin kembali sekitar akhir 2026 atau awal 2027. Warriors punya core veteran seperti Curry dan Draymond Green, tapi tanpa Butler, peluang playoff makin tipis. Tim mungkin perlu adjust strategi, fokus defense dan three-point barrage, sambil mempertimbangkan move roster. Bagi Butler, ini bisa jadi momen refleksi karier—dari Heat ke Warriors, ia tetap jadi faktor besar, tapi cedera ini mengingatkan betapa rapuhnya performa atlet di usia lanjut. Fans berharap ia pulih kuat dan kembali kompetitif.
Kesimpulan
Cedera ACL Jimmy Butler bukan hanya akhir musim baginya, tapi juga titik balik potensial bagi Warriors yang sedang bangkit. Dari euforia kemenangan atas mantan timnya, Heat, berubah jadi kekhawatiran besar. Butler telah membuktikan kelasnya musim ini, dan absennya meninggalkan lubang sulit diisi. Pemulihan jadi prioritas utama—semoga ia kembali lebih kuat. Bagi Warriors, tantangan baru dimulai: bertahan di playoff race tanpa salah satu leader mereka. NBA selalu penuh kejutan, tapi malam itu di Chase Center jadi pengingat betapa kejamnya cedera bisa mengubah segalanya dalam sekejap. Semangat, Jimmy—semua mata tertuju pada comeback-mu.