
Kristaps Porzingis Memuji Kehebatan Giannis. Kristaps Porzingis, bintang Atlanta Hawks, menjadi sorotan setelah memuji kehebatan Giannis Antetokounmpo usai laga persahabatan antara Latvia dan Yunani menjelang EuroBasket 2025. Dalam pertandingan di Athena pada 20 Agustus 2025, Yunani yang dipimpin Giannis mengalahkan Latvia 104-86, dengan penampilan dominan dari bintang Milwaukee Bucks tersebut. Porzingis, yang kini memperkuat Hawks setelah ditransfer dari Boston Celtics, menyebut Giannis sebagai “salah satu pemain terbaik dunia” yang sulit dihentikan. Pujian ini mencerminkan hubungan baik keduanya, yang telah terjalin sejak streetball event di Yunani pada 2016. Apa yang membuat Porzingis begitu kagum, dan bagaimana respons Giannis? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA
Sehebat Apa Pemain Kristaps Porzingis
Kristaps Porzingis, lahir pada 2 Agustus 1995 di Liepaja, Latvia, adalah center setinggi 7 kaki 3 inci yang dijuluki “The Unicorn” karena kombinasi unik kemampuan menembak, bertahan, dan mobilitasnya. Dipilih sebagai pick ke-4 oleh New York Knicks pada NBA Draft 2015, ia langsung menarik perhatian dengan rata-rata 14,3 poin dan 7,3 rebound di musim rookie-nya. Kariernya melesat bersama Dallas Mavericks dan Washington Wizards, sebelum mencapai puncaknya di Boston Celtics, di mana ia memenangkan gelar NBA 2024 dengan rata-rata 20,1 poin, 7,2 rebound, dan 1,9 blok per laga. Kini di Hawks, Porzingis tampil solid di musim 2024/2025 dengan 19,5 poin dan 7,8 rebound per laga, meski kerap diganggu cedera.
Di level internasional, Porzingis adalah pilar timnas Latvia, membantu timnya lolos ke EuroBasket 2025. Kemampuannya menembak tripoin (34,9% di NBA), memblok tembakan, dan bermain sebagai playmaker sekunder menjadikannya salah satu big man paling serba bisa di NBA. Meski sempat absen di sebagian playoff 2024 karena cedera kaki, Porzingis kini dinyatakan 100% fit dan siap memimpin Hawks serta Latvia di panggung internasional.
Kenapa Dia Bisa Memuji Giannis
Porzingis memuji Giannis setelah penampilan luar biasa bintang Bucks itu dalam laga persahabatan melawan Latvia. Giannis mencetak 25 poin dan 10 rebound hanya dalam 15 menit, dengan akurasi tembakan 9 dari 12. “Giannis luar biasa di paruh pertama. Dia salah satu pemain top dunia, dan dia membuat kami kewalahan,” ujar Porzingis. Ia juga menyoroti kesulitan Latvia mengawal Giannis, yang mendominasi kedua sisi lapangan. Porzingis mengakui bahwa pertahanan Latvia membaik di paruh kedua, tetapi keterbatasan menit bermain Giannis membuat laga tetap sulit.
Pujian ini bukan sekadar formalitas. Porzingis dan Giannis memiliki hubungan dekat sejak 2016, saat mereka bermain bersama dalam streetball event di Athena bersama Thanasis Antetokounmpo. Porzingis, yang kala itu membela Knicks, mengagumi budaya Yunani dan kedekatannya dengan keluarga Antetokounmpo. Pengalaman ini memperkuat respeknya terhadap Giannis, yang kini telah meraih dua gelar MVP, satu gelar NBA, dan Finals MVP. Porzingis juga mengakui bahwa Giannis, dengan fisik, kecepatan, dan kemampuan serba bisanya, adalah matchup yang “selalu sulit” bagi siapa pun, termasuk dirinya sebagai center bertahan.
Bagaimana Reaksi Giannis Atas Pujian Tersebut
Giannis Antetokounmpo merespons pujian Porzingis dengan rendah hati, menegaskan bahwa fokusnya adalah membantu Yunani meraih medali di EuroBasket 2025. Dalam wawancara pasca-laga, Giannis menyebut Porzingis sebagai “pemain hebat” yang telah membuktikan diri di NBA dan internasional. “Kami sudah kenal lama, sejak main streetball dulu. Dia orang baik, dan saya senang bisa bersaing dengannya,” ujar Giannis. Ia juga mengapresiasi perjuangan Latvia, yang meski kalah, menunjukkan semangat di paruh kedua.
Giannis, yang dikenal dengan sikap rendah hati di luar lapangan, tidak terlalu menonjolkan pujian tersebut, melainkan menekankan pentingnya persiapan timnya untuk laga berikutnya melawan Italia. Dengan statusnya sebagai dua kali MVP dan pemimpin Bucks yang menargetkan gelar NBA 2026, Giannis lebih fokus pada performa tim ketimbang sorotan individu. Namun, komentarnya tentang Porzingis menunjukkan respek timbal balik, terutama karena keduanya pernah saling memuji sejak 2020, ketika Giannis menyebut Porzingis sebagai “talenta hebat” yang bisa melakukan segalanya di lapangan.
Kesimpulan: Kristaps Porzingis Memuji Kehebatan Giannis
Pujian Kristaps Porzingis terhadap Giannis Antetokounmpo mencerminkan kekaguman atas dominasi sang bintang Bucks, sekaligus menyoroti hubungan pribadi mereka yang terjalin sejak satu dekade lalu. Dengan karier cemerlang sebagai center serba bisa, Porzingis tahu betul sulitnya menghadapi Giannis, yang tampil luar biasa dengan 25 poin dan 10 rebound dalam waktu singkat. Respons rendah hati Giannis menegaskan karakternya sebagai pemimpin yang fokus pada tim, sambil tetap menghormati Porzingis sebagai kompetitor. Momen ini tidak hanya menunjukkan respek antar pemain elite, tetapi juga mengingatkan fans akan kualitas luar biasa keduanya, baik di NBA maupun di panggung internasional seperti EuroBasket 2025. Dengan keduanya dalam performa puncak, persaingan di lapangan akan semakin menarik untuk disaksikan.