
Rockets Ungkapkan Alasan Mereka Gagal Mendapatkan Giannis. Houston Rockets membuat gebrakan besar di bursa transfer musim panas 2025 dengan mengakuisisi Kevin Durant dari Phoenix Suns, tetapi nama lain yang sempat mengguncang rumor adalah Giannis Antetokounmpo, superstar Milwaukee Bucks. Sayangnya, upaya Rockets untuk mendatangkan “Greek Freak” kandas, dan General Manager Rafael Stone baru-baru ini mengungkapkan alasan di balik kegagalan tersebut. Dengan Rockets yang kini menjadi penantang serius di Wilayah Barat, kegagalan mendapatkan Giannis menimbulkan pertanyaan: apa yang menghalangi transfer ini, dan apakah masih ada peluang di masa depan? Mari kita ulas lebih dalam. BERITA BOLA
Siapa Itu Giannis
Giannis Antetokounmpo, lahir pada 6 Desember 1994 di Athena, Yunani, adalah salah satu pemain terbaik di NBA saat ini. Dijuluki “Greek Freak” karena atletisme dan kemampuan serba bisanya, Giannis direkrut Milwaukee Bucks sebagai pilihan ke-15 pada NBA Draft 2013. Ia telah memenangkan dua penghargaan MVP (2019, 2020), gelar NBA 2021, dan MVP Final 2021, menjadikannya ikon di Milwaukee. Musim lalu, Giannis mencatatkan rata-rata 30,4 poin, 11,9 rebound, dan 6,5 assist per laga dengan akurasi tembakan 61,1%, menempatkannya di urutan ketiga dalam perburuan MVP. Dengan tinggi 6 kaki 11 inci, ia adalah power forward yang mendominasi kedua sisi lapangan, dengan kemampuan menyerang, bertahan, dan playmaking yang luar biasa. Kontraknya dengan Bucks berjalan hingga 2027, dengan opsi pemain senilai $62,8 juta untuk 2028, menjadikannya aset berharga yang sulit didapatkan tim lain.
Mengapa Rockets Gagal Merekrutnya
Rockets gagal mendatangkan Giannis karena Milwaukee Bucks dengan tegas menolak untuk mempertimbangkan perdagangan. General Manager Rafael Stone mengungkapkan bahwa Bucks, melalui GM Jon Horst, menyatakan dengan jelas bahwa Giannis tidak akan dijual, terutama karena hubungan kuat antara pemain dan organisasi. Bucks melihat Giannis sebagai inti masa depan mereka, terutama setelah merekrut Myles Turner untuk menggantikan Damian Lillard, yang absen musim ini karena cedera Achilles. Selain itu, Rockets tidak mampu menyusun paket perdagangan yang cukup menarik tanpa mengorbankan inti muda mereka, seperti Alperen Sengun, Amen Thompson, atau Jabari Smith Jr., yang dianggap sebagai fondasi jangka panjang tim. Meski Houston memiliki aset draft dari Suns, Bucks tidak tertarik karena mereka masih fokus membangun tim kompetitif di sekitar Giannis. Faktor lain adalah fokus Rockets pada Kevin Durant, yang akhirnya diperoleh melalui perdagangan besar yang melibatkan Jalen Green dan Dillon Brooks. Stone mengakui bahwa negosiasi untuk Durant sudah memakan waktu dan sumber daya, membuat perburuan Giannis menjadi prioritas sekunder yang sulit direalisasikan.
Apakah Giannis Ada Peluang Untuk Main di Rockets
Meski gagal di musim panas ini, peluang Giannis bergabung dengan Rockets di masa depan belum sepenuhnya tertutup, tetapi sangat bergantung pada situasi di Milwaukee. Giannis belum secara terbuka meminta perdagangan, dan pernyataannya menunjukkan loyalitas kepada Bucks, dengan catatan bahwa tim harus tetap kompetitif. Jika Bucks terus tersingkir di babak pertama playoff, seperti tiga musim terakhir, tekanan pada Giannis untuk mencari tim baru bisa meningkat, terutama karena ia akan berusia 33 tahun pada 2027, saat kontraknya mendekati akhir. Rockets, dengan inti muda dan tambahan Durant, berada dalam posisi menarik untuk menarik perhatian Giannis jika ia mempertimbangkan pindah. Namun, untuk mewujudkan transfer ini, Houston harus menyiapkan aset besar, mungkin termasuk Sengun atau draft pick berharga, yang bisa mengganggu keseimbangan tim saat ini. Selain itu, tim lain seperti Brooklyn Nets, Miami Heat, dan New York Knicks juga mengintai Giannis, menambah persaingan. Untuk saat ini, fokus Rockets adalah memaksimalkan Durant dan inti muda mereka, tetapi pintu untuk Giannis tetap sedikit terbuka jika situasi berubah.
Kesimpulan: Rockets Ungkapkan Alasan Mereka Gagal Mendapatkan Giannis
Kegagalan Houston Rockets mendatangkan Giannis Antetokounmpo di musim panas 2025 bukanlah kejutan besar, mengingat sikap tegas Milwaukee Bucks dan fokus Rockets pada Kevin Durant. Giannis, sebagai salah satu pemain terbaik dunia, tetap menjadi aset yang sangat diinginkan, tetapi loyalitasnya kepada Bucks dan keterbatasan aset perdagangan Houston menjadi penghalang utama. Meski peluang untuk melihat Giannis berseragam Rockets masih ada di masa depan, itu bergantung pada performa Bucks dan keputusan strategis Houston. Dengan Durant kini menjadi motor serangan dan inti muda yang terus berkembang, Rockets tetap menjadi penantang kuat di Wilayah Barat. Namun, mimpi untuk mendatangkan Giannis menunjukkan ambisi besar Houston untuk menjadi juara, dan dunia basket menanti apakah saga ini akan berlanjut di tahun-tahun mendatang.