Denver Nuggets Turun Performa Usai Jokic Cedera. Denver Nuggets sedang menghadapi masa sulit di awal tahun 2026. Nikola Jokic, pemain inti yang sudah tiga kali meraih MVP, mengalami cedera lutut kiri serius pada akhir Desember 2025. Cedera hyperextension ini membuatnya absen setidaknya empat minggu, yang berarti seluruh bulan Januari tanpa kehadirannya. Tanpa Jokic, tim langsung menunjukkan penurunan performa, terlihat dari beberapa kekalahan beruntun. Situasi ini membuat posisi Nuggets di klasemen Konferensi Barat terancam, meski sebelumnya mereka tampil sebagai salah satu tim terkuat. REVIEW WISATA
Detail Cedera Jokic dan Dampak Awal: Denver Nuggets Turun Performa Usai Jokic Cedera
Cedera terjadi saat Nuggets bertanding melawan Miami, di mana Jokic mengalami hyperextension pada lutut kirinya. Kabar baiknya, pemeriksaan menunjukkan tidak ada kerusakan ligamen serius seperti robekan ACL. Namun, tim memutuskan untuk istirahatkan Jokic agar pemulihan berjalan optimal, dengan evaluasi ulang dijadwalkan empat minggu kemudian.
Absennya Jokic langsung terasa. Pada pertandingan berikutnya melawan Cleveland Cavaliers pada 2 Januari 2026, Nuggets kalah telak tanpa kontribusi sang bintang. Selain itu, center cadangan Jonas Valanciunas juga mengalami strain pada betis, memperburuk kedalaman tim di posisi tengah. Jamal Murray memang kembali bermain setelah masalah pergelangan kaki, tapi beban yang diembannya jauh lebih berat tanpa Jokic di sisinya.
Penurunan Performa Tim Tanpa Jokic: Denver Nuggets Turun Performa Usai Jokic Cedera
Sebelum cedera, Nuggets tampil impresif dengan rekor yang menempatkan mereka di papan atas Konferensi Barat, sering disebut-sebut sebagai penantang gelar. Jokic menjadi motor utama, dengan kemampuan mencetak poin, rebound, dan assist yang sulit ditiru. Tanpa dia, serangan tim menjadi kurang variatif, sementara pertahanan di area paint melemah signifikan.
Data menunjukkan Nuggets historically kesulitan saat Jokic absen. Di musim ini, meski ada satu kemenangan tanpa dia, pola kekalahan mulai terlihat jelas di awal Januari. Tim kehilangan ritme, terutama dalam mengatur tempo permainan dan menciptakan peluang bagi rekan setim. Pemain lain seperti Aaron Gordon dan Christian Braun berusaha mengisi kekosongan, tapi hasilnya belum cukup untuk menjaga konsistensi kemenangan.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Bulan Januari menjadi ujian berat bagi Nuggets. Jadwal padat menghadapi tim-tim kuat di Barat membuat mereka rentan kehilangan posisi. Pelatih Michael Malone harus maksimalkan rotasi pemain muda dan cadangan untuk bertahan. Jamal Murray diharapkan menjadi pemimpin serangan, sementara pemain seperti Julian Strawther bisa mendapat menit lebih banyak untuk membuktikan diri.
Meski demikian, Nuggets masih punya fondasi kuat. Kembalinya Jokic di akhir Januari atau awal Februari bisa menjadi momentum balik. Tim ini pernah membuktikan ketangguhan di musim-musim sebelumnya, dan pengalaman juara mereka tetap menjadi modal berharga.
Kesimpulan
Penurunan performa Denver Nuggets pasca-cedera Jokic adalah kenyataan yang sulit dihindari. Absennya sang superstar membuat tim kehilangan identitas permainan, terlihat dari hasil pertandingan awal tahun ini. Namun, ini juga kesempatan bagi pemain lain untuk melangkah dan menjaga posisi di klasemen. Jika Nuggets mampu bertahan hingga Jokic kembali fit, peluang mereka tetap terbuka lebar untuk bersaing di papan atas. Masa sulit ini akan menentukan seberapa dalam karakter tim ini terbentuk menuju playoff.