JJ Redick Bicara Mengenai Lakers Dikalahkan Hornets. Pelatih kepala Los Angeles Lakers JJ Redick angkat bicara secara terbuka setelah timnya menelan kekalahan telak 117-135 dari Charlotte Hornets pada Kamis malam, 15 Januari 2026, di Crypto.com Arena; kekalahan ini menjadi yang keempat dalam lima pertandingan terakhir bagi Lakers yang kini memiliki rekor 24-15, di mana Hornets yang sedang dalam fase rebuild berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal di kuarter pertama dan mendominasi paruh kedua dengan tembakan tiga angka akurat serta energi tinggi, sementara Redick menyoroti masalah pertahanan tim serta sikap lawan yang selalu tampil maksimal menghadapi Lakers sebagai salah satu franchise paling bergengsi di liga, membuat pernyataannya pasca-pertandingan menjadi sorotan utama karena menunjukkan kekhawatiran mendalam terhadap tren buruk yang sedang dialami skuadnya. MAKNA LAGU
Jalannya Pertandingan dan Penyebab Kekalahan: JJ Redick Bicara Mengenai Lakers Dikalahkan Hornets
Lakers sempat memimpin hingga 13 poin di kuarter pertama berkat performa gemilang Luka Doncic yang mencetak 39 poin termasuk enam tripoin serta LeBron James dengan 29 poin, sembilan rebound, dan enam assist, namun keunggulan itu lenyap di kuarter kedua ketika Hornets melesat 34-16 melalui serangan cepat dan tembakan luar yang panas; LaMelo Ball menjadi bintang bagi Hornets dengan 30 poin termasuk sembilan tripoin karir terbaiknya yang sebagian besar tercipta di paruh kedua, ditambah kontribusi solid dari Miles Bridges dan Brandon Miller yang mengeksploitasi kelemahan pertahanan Lakers di paint dan perimeter, sehingga tim tamu berhasil mencetak 105 poin dalam tiga kuarter terakhir dan membuat pertandingan berubah menjadi one-sided dengan margin 18 poin di akhir laga, menjadikan ini salah satu kekalahan paling memalukan Lakers musim ini karena mereka gagal menjaga momentum meski memiliki talenta ofensif kelas dunia.
Pernyataan JJ Redick Pasca-Pertandingan: JJ Redick Bicara Mengenai Lakers Dikalahkan Hornets
Redick tidak menahan diri dalam konferensi pers setelah laga, menyatakan bahwa timnya sudah memberikan perhatian penuh sebelum pertandingan tapi tetap kesulitan menghadapi lawan yang tampil dengan energi ekstra karena “pemain-pemain ini besarnya menonton LeBron James bermain” dan Lakers seperti Celtics adalah franchise paling bersejarah di olahraga sehingga tidak ada malam off bagi lawan; ia juga mengakui masalah pertahanan yang berulang dengan mengatakan tim terlalu hati-hati dalam menjaga bola menghadapi driver dinamis dan shooter akurat seperti yang dimiliki Hornets, meski sudah mencoba tiga skema berbeda sepanjang laga tapi tetap tidak mampu membendung serangan lawan yang membuat tembakan sulit menjadi masuk, pernyataan ini menunjukkan kekecewaan Redick terhadap eksekusi defensif yang kurang meski usaha sudah ada, sekaligus mengingatkan pemain bahwa status Lakers membuat setiap lawan termotivasi tampil terbaik untuk membuktikan diri.
Dampak bagi Lakers dan Tantangan ke Depan
Kekalahan ini memperburuk tren buruk Lakers yang sudah kalah delapan dari 13 pertandingan terakhir, dengan pertahanan yang menjadi kelemahan utama karena rating defensif mereka berada di urutan keenam terburuk liga dan sering kali dimanfaatkan oleh tim dengan driver kuat serta tembakan luar; Redick menekankan bahwa tim perlu meningkatkan organisasi dan kemampuan menciptakan keunggulan, bukan hanya mengandalkan ofensif individu dari Doncic dan James, sementara jadwal mendatang langsung berat dengan pertandingan tandang melawan Portland Trail Blazers pada Sabtu, 17 Januari, diikuti laga kandang kontra Toronto Raptors pada Minggu, sehingga Redick diharapkan melakukan penyesuaian strategi defensif dan mungkin rotasi agar tim bisa bangkit cepat sebelum tren negatif ini semakin dalam, apalagi dengan posisi Lakers yang masih di tiga besar Western Conference tapi rentan tergelincir jika tidak segera memperbaiki intensitas dan eksekusi.
Kesimpulan
Pernyataan JJ Redick pasca-kekalahan dari Hornets menegaskan bahwa masalah Lakers bukan hanya soal hasil tapi juga mentalitas dan pertahanan yang harus segera diperbaiki di tengah tren buruk empat kekalahan dalam lima laga; meski Doncic dan James tetap tampil impresif secara individu, kurangnya respons terhadap energi lawan yang termotivasi tinggi menjadi pengingat bahwa status besar Lakers justru membuat setiap pertandingan seperti final bagi tim lawan, sehingga Redick dan skuadnya kini punya tugas berat untuk mengembalikan fokus serta intensitas agar bisa kembali ke jalur kemenangan di jadwal padat mendatang, jika tidak maka posisi playoff yang nyaman bisa terganggu dan musim ini berisiko menjadi lebih sulit dari yang dibayangkan.