JJ Redick Kritik Gaya Main Lakers Saat Dikalahkan Spurs. Kalahnya Los Angeles Lakers dari San Antonio Spurs dengan skor 132-119 di perempat final NBA Cup pada 10 Desember 2025 jadi pukulan telak bagi tim yang sempat sapu fase grup. Di Crypto.com Arena, Spurs—tanpa Victor Wembanyama yang cedera—malah unggul sejak awal, dipimpin Stephon Castle yang meledak dengan 30 poin, 10 rebound, dan enam assist. Lakers sempat comeback dari ketertinggalan 17 poin di akhir kuarter ketiga, tapi gagal tutup jarak. Pelatih kepala JJ Redick tak segan kritik gaya main timnya pasca laga, sebut pertahanan mereka “secara konsisten diekspos” di titik lemah yang sama. Ini kekalahan ketiga beruntun Lakers di kompetisi ini, bikin posisi mereka di Wilayah Barat goyah di peringkat keenam dengan rekor 15-9. Redick, mantan pemain yang baru musim pertama latih, soroti kurangnya upaya awal dan masalah transisi, meski puji comeback akhir. Kabar ini tambah tekanan jelang laga reguler lawan Oklahoma City Thunder akhir pekan ini. TIPS MASAK
Jalannya Pertandingan yang Menyakitkan: JJ Redick Kritik Gaya Main Lakers Saat Dikalahkan Spurs
Laga dimulai buruk bagi Lakers: Spurs langsung gaspol dengan serangan cepat, cetak 27 poin fast-break dan tambah dari early offense. Castle, Rookie of the Year musim lalu, dominan dengan 71,4 persen shooting dari lapangan, sementara De’Aaron Fox tambah 20 poin. Lakers tertinggal 17 poin di akhir kuarter ketiga, tapi bangkit di babak akhir—kurangi defisit jadi delapan poin dengan kurang dari lima menit tersisa. Luka Doncic cetak 28 poin dan 10 assist, sementara Austin Reaves berjuang dengan 15 poin dari 6-16 shooting. Tapi Spurs punya jawaban: 16 poin dari turnover Lakers dan 29 dari free throw bikin jarak tak terkejar. Redick sebut awal lambat itu “kekurangan upaya”, di mana tim gagal paksa turnover dan biarkan Spurs bikin run di akhir kuarter. Meski tanpa Wembanyama, Spurs tunjukkan energi lebih, bikin Lakers keliatan lelah di transisi.
Kritik Redick terhadap Gaya Main Tim: JJ Redick Kritik Gaya Main Lakers Saat Dikalahkan Spurs
JJ Redick tak pelit kata-kata pasca laga. “Sangat sedikit tim yang tak punya kelemahan yang bisa diekspos, dan kami secara konsisten diekspos di hal yang sama,” katanya di konferensi pers. Ia soroti pertahanan sebagai biang kerok utama: gagal tutup shooter luar, kurang footspeed di guard dan wing, serta lemah di point-of-attack. Lakers punya defensive rating terburuk di antara tim dengan 15 kemenangan atau lebih—116,7 poin per 100 possession. Redick bilang ini bukan soal media yang “target” tim, tapi masalah berulang yang layak dikritik: kekalahan besar karena kurang perhatian detail dan upaya. Ia juga sebut tim lawan punya pertahanan lebih baik, jadi Lakers harus cari solusi cepat. Meski puji Marcus Smart yang kembali dari cedera punggung dengan 26 poin dan delapan three-pointer, Redick akui rush shot Smart jadi contoh kesalahan yang hindari. Ini kritik konstruktif dari pelatih yang paham tekanan, tapi tunjukkan frustrasi di balik ketenangan biasanya.
Performa Pemain Kunci Lakers
Lakers bergantung pada Doncic dan LeBron James, tapi malam itu tak cukup. Doncic solid dengan double-double, tapi turnover-nya bantu Spurs dapat 16 poin ekstra. James catat 19 poin, 15 rebound, dan delapan assist—performa veteran yang andal—tapi usia 41 tahun bikin ia kesulitan ikuti pace Spurs. Reaves, second option, lagi slump: gabung 9-32 shooting di dua laga terakhir, termasuk 28,1 persen dari lapangan. Redick bela Reaves: “Realitasnya, ia rata-rata 27,8 poin musim ini—ia butuh waktu istirahat.” Smart beri spark dari bench, tapi keseluruhan skuad keliatan tak sinkron. Di sisi Spurs, Castle jadi bintang tanpa Wembanyama, tunjukkan kedalaman tim muda mereka. Lakers butuh rotasi lebih baik, terutama di perimeter di mana footspeed jadi isu kronis.
Kesimpulan
Kritik JJ Redick pasca kekalahan dari Spurs jadi panggilan bangun bagi Lakers yang lagi goyah. Dari dieksposnya pertahanan berulang hingga comeback gagal, ini sinyal tim butuh perbaikan cepat di transisi dan upaya awal. Dengan defensive rating buruk dan slump Reaves, Redick punya tantangan besar jelang laga Thunder. Tapi pujiannya ke Smart dan James tunjukkan fondasi masih ada—cuma butuh eksekusi. Bagi penggemar, ini ujian: apakah Lakers bisa balik jadi kontender, atau ulangi musim transisi? Pantau saja, karena NBA Cup out bisa jadi motivasi untuk reguler season yang panjang.