
John Wall Fix Akan Pensiun dari Dunia Basket. Dunia basket dikejutkan dengan pengumuman John Wall, mantan bintang Washington Wizards, yang secara resmi menyatakan pensiun dari NBA pada 19 Agustus 2025 melalui video emosional di media sosial. Pemain yang dikenal dengan kecepatan kilat dan kemampuan playmaking ini menutup karir 11 musimnya dengan penuh rasa syukur, menyebut bahwa ia telah “memberikan segalanya untuk permainan ini.” Pengumuman ini mengakhiri spekulasi tentang kemungkinan comeback-nya setelah absen dari lapangan sejak Januari 2023. Dengan warisan sebagai salah satu point guard terbaik di era 2010-an, keputusan Wall memicu gelombang emosi dari penggemar dan rekan setim. Artikel ini akan mengupas profil John Wall, alasan di balik keputusan pensiunnya, dan tanggapan penggemar atas perpisahan ini. BERITA LAINNYA
Siapa John Wall: John Wall Fix Akan Pensiun dari Dunia Basket
Johnathan Hildred Wall Jr., lahir pada 6 September 1990 di Raleigh, North Carolina, adalah mantan point guard yang menjadi pick pertama NBA Draft 2010 oleh Washington Wizards setelah satu musim gemilang di University of Kentucky. Selama sembilan musim bersama Wizards, Wall menjadi wajah franchise, membawa tim ke playoff dalam empat dari lima musim antara 2013 hingga 2017. Ia meraih lima kali NBA All-Star (2014-2018), masuk All-NBA Third Team pada 2017, dan All-Defensive Second Team pada 2015. Dalam 647 pertandingan reguler, ia mencatatkan rata-rata 18,7 poin, 8,9 assist, dan 4,2 rebound per game, dengan puncak performa di musim 2016/17 (23,1 poin, 10,7 assist). Wall juga dikenal sebagai juara Slam Dunk Contest 2014 dan pemegang rekor assist sepanjang masa Wizards (5.282) serta steal (976). Setelah meninggalkan Wizards pada 2020, ia bermain untuk Houston Rockets dan LA Clippers, namun cedera membatasi penampilannya menjadi hanya 74 game dalam tiga musim terakhir.
Apa Yang Membuatnya Ingin Pensiun
Keputusan John Wall untuk pensiun didorong oleh kombinasi cedera berkepanjangan dan keinginan untuk mengejar babak baru dalam hidupnya. Wall menghadapi serangkaian cedera serius, terutama setelah musim 2017/18. Pada 2019, ia mengalami cedera Achilles yang membuatnya absen selama satu musim penuh (2019/20). Setelah kembali bermain untuk Rockets pada 2020/21, ia masih menunjukkan kilasan kehebatan dengan rata-rata 20,6 poin dan 6,9 assist dalam 40 game, tetapi cedera lutut dan perut terus mengganggu. Musim terakhirnya di Clippers (2022/23) hanya mencakup 34 game karena cedera perut, dan sejak itu, ia tak lagi mendapat kontrak NBA. Pada Februari 2025, Wall sempat menyatakan keinginan untuk kembali bermain, namun setelah tidak ada tawaran yang konkret, ia memilih untuk mengakhiri karirnya.
Selain faktor fisik, Wall juga mengungkapkan keinginan untuk fokus pada keluarga dan proyek di luar lapangan. Dalam video pengumuman pensiunnya, ia menyebut betapa berartinya menjadi ayah yang hadir untuk anak-anaknya, yang kini mulai menekuni olahraga seperti sepak bola dan basket. Wall juga telah mencoba peran baru sebagai penyiar di G League Winter Showcase pada Desember 2024, menunjukkan minatnya untuk tetap terlibat dalam basket melalui penyiaran atau potensi peran di manajemen tim. Perjalanan hidupnya yang penuh tantangan, termasuk kehilangan ayahnya saat kecil dan ibu serta neneknya selama pandemi, juga memengaruhi keputusannya untuk meninggalkan lapangan demi menjalani hidup yang lebih tenang.
Tanggapan Fans John Wall Atas Kepensiunannya
Pengumuman pensiun John Wall memicu gelombang emosi dari penggemar, terutama di Washington, D.C., dan komunitas Kentucky Wildcats. Fans Wizards memuji Wall sebagai “legenda sejati,” mengenang kontribusinya dalam membawa tim ke era keemasan di pertengahan 2010-an. Banyak yang menyebut duetnya dengan Bradley Beal sebagai salah satu backcourt paling menyenangkan untuk ditonton, dengan kecepatan dan kreativitasnya yang tak tertandingi. Di X, penggemar berbagi kenangan tentang “John Wall Dance” yang viral dan momen epik seperti tembakan kemenangan melawan Boston Celtics di Game 6 playoff 2017. Beberapa fans menyatakan kekecewaan atas cederanya, dengan komentar seperti, “Andai saja Achilles itu tidak robek, Wall bisa jadi Hall of Famer.”
Namun, ada pula pandangan kritis. Sebagian penggemar merasa Wall “pensiun terlalu cepat” di usia 34, mengingat ia masih berlatih setiap hari hingga awal 2025. Beberapa di X menyebut bahwa gaya bermainnya yang mengandalkan kecepatan sulit bertahan di NBA modern yang didominasi tembakan tiga poin. Meski begitu, mayoritas tanggapan penuh dengan penghargaan, dengan Wizards merilis tribut resmi yang menyebut Wall sebagai “salah satu yang terhebat sepanjang masa franchise.” Mantan rekan setim seperti Bradley Beal dan Terance Mann juga memberikan ucapan selamat, menegaskan dampak Wall di dalam dan luar lapangan.
Kesimpulan: John Wall Fix Akan Pensiun dari Dunia Basket
Pensiunnya John Wall menandai akhir dari karir gemilang seorang point guard yang pernah mengguncang NBA dengan kecepatan dan visinya. Dari menjadi pick pertama di draft 2010 hingga memimpin Wizards ke playoff, Wall meninggalkan warisan sebagai pemain yang penuh gairah dan dedikasi. Cedera mungkin menghentikan puncak karirnya, tetapi keputusannya untuk pensiun mencerminkan kesiapan untuk menjalani babak baru sebagai ayah dan figur di dunia basket. Tanggapan penggemar yang penuh emosi menunjukkan betapa besar pengaruhnya, baik di Washington maupun di komunitas basket global. Dengan rencana untuk tetap terlibat melalui penyiaran atau peran lain, Wall memastikan bahwa “Wall Way” akan terus hidup, meski ia kini melangkah menjauh dari lapangan.