Pacers Memiliki Kemajuan Setelah Alami 12 Kekalahan. Indiana Pacers sedang menjalani musim sulit di 2025/2026, dengan rekor 6-31 hingga awal Januari 2026. Rentetan 13 kekalahan beruntun baru saja tercatat sebagai rekor terburuk franchise di era NBA, setelah kalah dari Cleveland Cavaliers 116-120 pada 6 Januari. Meski hasil akhir buruk, ada tanda-tanda kemajuan dalam performa tim, terutama di laga-laga terakhir. Pelatih Rick Carlisle sering menyebut adanya positives untuk dibangun, seperti shooting lebih baik dan perlawanan hingga akhir meski akhirnya runtuh. INFO SAHAM
Performa di Laga Terakhir Melawan Lawan Kuat: Pacers Memiliki Kemajuan Setelah Alami 12 Kekalahan
Di pertandingan melawan Orlando Magic pada 4 Januari, Pacers kalah 127-135, tapi mencetak 127 poin—tertinggi ketiga musim ini. Mereka shoot 55.2 persen dari lapangan, terbaik musim ini, dan 44.1 persen dari tiga angka. Pascal Siakam cetak 34 poin, Aaron Nesmith 25, serta Andrew Nembhard 20 poin plus 11 assist. Tim sempat unggul 12 poin di kuarter pertama dan bangkit di babak kedua meski tertinggal jauh.
Melawan Cavaliers, Pacers memimpin sembilan poin menuju kuarter keempat dan sempat unggul satu poin di tengah kuarter akhir. Siakam cetak 22 poin, Jay Huff 20, serta Nembhard double-double lagi. Meski akhirnya kalah karena run lawan, tim tunjukkan ketangguhan bertahan dan serangan yang lebih fluid dibanding awal streak.
Faktor Cedera dan Kontribusi Individu: Pacers Memiliki Kemajuan Setelah Alami 12 Kekalahan
Cedera jadi biang kelol utama, dengan pemain kunci seperti Tyrese Haliburton, Bennedict Mathurin, Obi Toppin, Isaiah Jackson, serta Aaron Nesmith sering absen. Tanpa mereka, skuad bergantung pada Siakam yang konsisten rata-rata tinggi, serta Nembhard yang jadi playmaker utama. Pemain cadangan seperti Micah Potter dan Jay Huff mulai beri kontribusi lebih, dengan shooting efisien dan rebound tambahan.
Carlisle puji usaha tim di babak kedua laga-laga terakhir, di mana Pacers sering outscore lawan meski mulai lambat. Ini tunjukkan mentalitas tak menyerah, meski loose balls dan drought kecil sering jadi pembeda negatif.
Prospek Ke Depan dan Pelajaran dari Streak
Dengan jadwal mendatang melawan tim seperti Charlotte, ada peluang putus streak. Bursa transfer Januari bisa bawa penguatan, sementara kembalinya pemain cedera jadi kunci utama. Rekor buruk ini jadi wake-up call, tapi kemajuan di shooting, scoring tinggi, serta perlawanan ketat lawan kuat beri harapan. Pacers, yang musim lalu sampai final konferensi, punya fondasi untuk bangkit saat skuad lengkap.
Kesimpulan
Pacers tunjukkan kemajuan nyata setelah 13 kekalahan beruntun, dengan performa ofensif lebih baik dan semangat juang tinggi di laga terakhir. Meski rekor franchise buruk tercatat, positives seperti shooting musim terbaik dan kontribusi individu jadi modal berharga. Cedera tetap hambatan besar, tapi saat tim sehat, potensi kembali ke jalur contender masih ada. Musim ini jadi pelajaran keras, tapi juga kesempatan rebuild fondasi lebih kuat untuk masa depan. Pacers perlu manfaatkan momentum kecil ini untuk putus tren negatif secepatnya.