Payton Pritchard Berikan Performa Gemilang di Celtics. Akhir Desember 2025 jadi momen spesial bagi Payton Pritchard di Boston Celtics. Guard berusia 27 tahun ini tampil luar biasa di beberapa laga terbaru, bikin tim tetap kompetitif meski tanpa beberapa pemain kunci karena cedera dan rotasi. Pritchard, yang musim ini dapat peran lebih besar setelah absennya Jayson Tatum akibat Achilles injury, catat career-high di beberapa kategori: rata-rata 17.2 poin, 5.2 assist (tertinggi di tim), dan 4.5 rebound per game. Performanya di akhir tahun ini, seperti 29 poin lawan Indiana Pacers dan 33 poin plus 10 assist lawan Toronto Raptors, bikin dia jadi sorotan utama. Celtics, yang duduk di posisi ketiga Eastern Conference dengan rekor sekitar 19-11, banyak bergantung pada kontribusi Pritchard untuk jaga momentum menuju playoff. REVIEW WISATA
Performa Individu yang Meledak: Payton Pritchard Berikan Performa Gemilang di Celtics
Pritchard lagi on fire belakangan ini. Lawan Indiana Pacers pada 27 Desember, dia sumbang 29 poin (10-17 FG), 9 rebound, 5 assist, dan 1 steal dalam kemenangan 140-122—bahkan bikin guard lawan, Andrew Nembhard, akui kalau Pritchard “cooking us” dengan tembakan akuratnya. Sebelumnya, lawan Raptors pada 20 Desember, Pritchard cetak 33 poin (13-24 FG), 10 assist, dan 8 rebound dalam 36 menit, termasuk 19 poin di kuarter ketiga yang balikkan situasi saat tim tertinggal. Dia main agresif, sering drive ke paint dan buka ruang untuk teman. Musim ini, Pritchard jadi satu-satunya pemain Eastern Conference yang rata-rata minimal 15 poin dan 5 assist dengan turnover di bawah 1.5 per game. Peran starter-nya bikin dia lebih bebas ekspresi, hasilkan beberapa game 40+ poin lebih awal musim.
Kontribusi untuk Tim dan Adaptasi Peran: Payton Pritchard Berikan Performa Gemilang di Celtics
Di tengah skuad yang berubah—kehilangan Tatum, Jrue Holiday, dan Kristaps Porzingis via trade, tapi tambah Anfernee Simons—Pritchard jadi pilar utama offense. Dia lead tim di assist, sering ciptakan peluang seperti alley-oop spektakuler ke Neemias Queta lawan Pacers. Saat Jaylen Brown absen karena illness lawan Raptors, Pritchard ambil alih dan bawa tim menang gutsy 112-96. Coach Joe Mazzulla sering puji Pritchard karena energi relentless-nya, baik di defense maupun offense. Dia juga kuat di clutch, bantu Celtics dominasi rebound dan transisi cepat. Dengan menit bermain naik ke atas 32 per game, Pritchard bukti kalau dia bisa isi void besar, bikin tim tetap punya offense nomor dua terbaik di liga.
Dampak dan Pengakuan dari Lawan serta Fans
Performa Pritchard dapet pujian luas. Lawan Pacers, Nembhard akui sulit stop dia saat shot lagi masuk. Fans dan analis bilang ini breakout season sejati, apalagi setelah dia menang Sixth Man of the Year tahun lalu. Di media sosial, highlight-nya seperti third quarter explosion lawan Raptors atau bounce-back setelah game buruk jadi viral. Pritchard sendiri bilang dia main dengan mindset “hair on fire”, fokus agresif setelah pelajaran dari game sebelumnya. Ini bikin Celtics tetap kompetitif di East yang ketat, meski tanpa superstar utama.
Kesimpulan
Payton Pritchard lagi beri performa gemilang yang bikin Boston Celtics tetap jadi ancaman serius akhir 2025. Dengan angka career-high, ledakan poin di game krusial, dan peran lebih besar sebagai playmaker, dia bukti kalau talenta lokal bisa jadi bintang saat diberi kesempatan. Meski tim hadapi tantangan cedera, Pritchard bawa energi positif dan hasil nyata. Jika terus begini, dia bisa jadi kunci sukses Celtics di paruh kedua musim—potensi All-Star atau gelar individu lagi terbuka lebar. Fans pasti excited nunggu laga selanjutnya, karena Pritchard lagi di puncak permainan!